Rabu, 03 Maret 2010

HIDUP BERTETANGGA
SUSAH-SUSAH GAMPANG, GAMPANG-GAMPANG SUSAH
 
Merasakan hidup bertetangga di lingkungan yang hampir mirip pedesaan, dimana susunan rumah tinggal masih terlalu dekat dan masih dikelilingi sawah, ada nikmat dan susahnya.
 
Nikmatnya, kita bisa merasakan hawa pedesaan yang masih segar, karena tidak terlalu dekat dengan jalan raya, jadi terhindar dari deru kendaraan besar seperti truk dan bis, selain itu kita masih dapat menikmati pemandangan persawahan yang indah di sekeliling tempat tinggal kita. Jika pagi datang, akan terasa hawa sejuk yang segar yang tertiup dibawa angin dari areal persawahan. Saat sore menjelang, kita bisa menikmati indahnya matahari tenggelam nun jauh diseberang persawahan.
Susahnya, jika kita merasakan terlalu dekatnya jarak antar rumah, maka kita akan dapat dengan mudah mendengar suara tetangga sebelah rumah kita bercakap-cakap, namun itu hanya terjadi jika si tetangga memang bersuara lantang. Apalagi jika si tetangga ini termasuk orang yang suka ingin tahu urusan orang lain, hal ini bisa jadi bumerang untuk yang bersangkutan.
 
Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi di lingkungan tempat tinggal saya. Kebetulan jalur listrik terakhir adalah di rumah mertua saya. Ceritanya ibu tetangga sebelah kiri rumah mertua saya termasuk orang yang suka bercerita. Kebetulan rumah tempat dia tinggal masih berhimpitan dengan rumah sebelah kirinya lagi, karena dulunya memang masih satu kapling dan ibu ini membeli tanah dari pemilik rumah dan membuat bangunan rumah yang salah satu dindingnya adalah dinding rumah pemilik tanah yg lama. Jadi satu dinding dipakai untuk dua rumah. Nah kebetulan ada salah seorang tetangga hendak memasang jaringan listrik baru, dan akan disambungkan dari jaringan di rumah mertua saya. Si ibu ini menyampaikan sesuatu hal mengenai pengambilan jaringan tersebut dari rumah mertua saya dan menyampaikannya kepada si perantara, yang mana si perantara ini adalah pemilik dinding rumahnya. Ternyata hal tersebut tidak berkenan dihatinya dan si pemilik dinding marah dan memberinya peringatan agar membangun dinding rumah sendiri dengan batas waktu satu bulan. Akibatnya sekarang ibu ini harus mempersiapkan pembangunan pondasi dan dinding yang memang selama ini tidak dia rencanakan.
 
Memang, kita harus menjaga hubungan baik dengan tetangga kiri kanan, terutama yang paling dekat dengan rumah kita, karena nantinya kepada merekalah kita akan saling merepotkan dan saling membantu. Terlebih lagi dengan ucapan kita, yang mana bisa menjadi senjata yang lebih tajam dari pedang dan bisa melukai diri kita sendiri, seperti kata pepatah, Mulutmu harimaumu.

Senin, 10 Agustus 2009

DIRGAHAYU INDONESIA

Bulan ini negeriku berulangtahun lagi....
Tapi masih banyak masalah di negeriku tercinta ini yang baru saja selesai dengan kegiatan empat tahunannya, Pilpres.....banyak kejanggalan selama pelaksanaannya, mulai dari DPT sampai hasil akhir yang ditolak oleh dua pasangan lain...sampai pada rasa ketidakpuasan dan kekecewaan yang dirasakan banyak pihak, termasuk aku sendiri.

tapi bulan ini Indonesia masih berdiri, masih punya bendera, masih punya garuda, juga Pancasila...meskipun masih banyak jalan di pelosok negeri yang berlobang sehingga mengganggu perjalanan pengguna jalan, dan masih banyak persoalan-persoalan lain mulai dari teroris yang tertangkap, bom bunuh diri, tidak terjaminnya keamanan dan terancamnya pariwisata, perekonomian yang belum membaik, sampai dengan banyaknya pegangguran...sedih,.....

Indonesia, jangan lemah....ayo bangkit!!!!! MERDEKA!!!!

Sabtu, 01 Agustus 2009

Remaja bunuh diri karena putus cinta

Menonton berita di Reportase Malam TransTV, disebutkan seorang remaja putri ditemukan saudaranya sudah menggantung diri dengan meninggalkan catatan di buku hariannya. Dia merasa kecewa dan putus asa karena hubungannya dengan teman lelakinya tidak disetujui oleh orang tuanya dan akhirnya si teman lekali tersebut memutuskan hubungan. Ironis dan memprihatinkan. Sudah sedemikian putus asakah dirinya seolah tidak ada lagi harapan untuk hidupnya selain memiliki hubungan dengan teman lelaki yang belum tentu akan menjadi jodohnya kelak?? Atau dia memiliki penilaian bahwa tidak ada lagi orang yang mencintai dirinya melebihi orang tua dan saudara-saudaranya? Kira-kira hal apa gerangan yang membuat seorang anak manusia sedemikian putus asa sehingga keputusan untuk mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik? Tidakkah terbayangkan olehnya masa depan di kelak kemudian hari bersama keluarga dan teman-teman, karena bisa jadi dia akan mendapat lebih banyak teman dan pengalaman yang berharga dan masih banyak hal yang belum dia nikmati dalam hidup ini. Semua itu hilang terbang begitu saja karena keputusannya mengakhiri hidup dengan seutas tali. Sungguh sangat disayangkan, jika generasi muda Indonesia mudah berputus asa hanya karena masalah cinta yang tidak disetujui orang tua. Masih banyak hal yang bisa kita raih untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Minggu, 05 Juli 2009

Seminggu di rumah

Seminggu ini sibuk di rumah promosiin blog jualanku, sambil mulai berpikir untuk bikin cara baru meningkatkan penjualan dan memperkenalkan usaha ke konsumen baik secara retail maupun grosir. Susah juga buat aku yg selama ini hanya punya pengalaman marketing di belakang meja, tapi setidaknya aku harus coba terus dan berusaha tanpa kenal lelah. Kadang2 semangatku turun, tapi sedetik kemudian bangkit lagi, karena aku yakin inilah yg aku mau.

Rabu, 01 Juli 2009

Nikmatnya bekerja dari rumah

Nikmat rasanya ketika memulai bekerja dari rumah, meski belum kebayang gimana nanti kedepannya, tapi setidaknya untuk saat ini aku udah bisa menikmati pekerjaanku yang baru, berbisnis kecil-kecilan dari tempat tinggal sendiri. Semoga saja cita-citaku yg satu ini kelak akan tercapai, yaitu menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja dari rumah supaya aku bisa mengurus anak-anakku sendiri tanpa bantuan pengasuh, dan nantinya aku bisa mempekerjakan banyak orang yang juga bekerja sambil tetap menjalankan tugas utama mereka sebagai ibu rumah tangga, atau tetap kuliah, sekolah, atau bahkan sambil menjalankan pekerjaan dengan gaji tetap mereka di kantor. Bukankah memiliki lebih dari satu kran penghasilan alias pemasukan datang dari berbagai sumber itu juga menyenangkan????

Jumat, 26 Juni 2009

Masih belajar bikin blog

Hari ini masih belajar bikin blog dengan semua aplikasinya. Coba-coba nambahin foto tapi kok masih kebesaran untuk ukuran halaman, kayanya mesti diperkecil lagi supaya bisa muat banyak di halaman. Asik juga bekerja dari kamar sendiri, sekaligus belajar banyak hal, mulai dari pemasaran, promosi, profesionalitas kerja, sistim bagi hasil yang transparan dengan rekan kerja, dll. Semua harus dipelajari secara seksama dan hati-hati, karena aku ga mau mengecewakan pelanggan dan rekan kerja nantinya di kemudian hari.

Koleksi Busana Muslim

Busana muslim yang terbuat dari bahan sifon dan katun dengan desain yang menarik, terasa nyaman dipakai dan berkesan elegan.
Untuk foto koleksi selengkapnya dapat dilihat di halaman album foto.

KIMONO

KIMONO
Kimono dari bahan sifon dengan detail bordir dan payet