HIDUP BERTETANGGA
SUSAH-SUSAH GAMPANG, GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Merasakan hidup bertetangga di lingkungan yang hampir mirip pedesaan, dimana susunan rumah tinggal masih terlalu dekat dan masih dikelilingi sawah, ada nikmat dan susahnya.
Nikmatnya, kita bisa merasakan hawa pedesaan yang masih segar, karena tidak terlalu dekat dengan jalan raya, jadi terhindar dari deru kendaraan besar seperti truk dan bis, selain itu kita masih dapat menikmati pemandangan persawahan yang indah di sekeliling tempat tinggal kita. Jika pagi datang, akan terasa hawa sejuk yang segar yang tertiup dibawa angin dari areal persawahan. Saat sore menjelang, kita bisa menikmati indahnya matahari tenggelam nun jauh diseberang persawahan.
Susahnya, jika kita merasakan terlalu dekatnya jarak antar rumah, maka kita akan dapat dengan mudah mendengar suara tetangga sebelah rumah kita bercakap-cakap, namun itu hanya terjadi jika si tetangga memang bersuara lantang. Apalagi jika si tetangga ini termasuk orang yang suka ingin tahu urusan orang lain, hal ini bisa jadi bumerang untuk yang bersangkutan.
Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi di lingkungan tempat tinggal saya. Kebetulan jalur listrik terakhir adalah di rumah mertua saya. Ceritanya ibu tetangga sebelah kiri rumah mertua saya termasuk orang yang suka bercerita. Kebetulan rumah tempat dia tinggal masih berhimpitan dengan rumah sebelah kirinya lagi, karena dulunya memang masih satu kapling dan ibu ini membeli tanah dari pemilik rumah dan membuat bangunan rumah yang salah satu dindingnya adalah dinding rumah pemilik tanah yg lama. Jadi satu dinding dipakai untuk dua rumah. Nah kebetulan ada salah seorang tetangga hendak memasang jaringan listrik baru, dan akan disambungkan dari jaringan di rumah mertua saya. Si ibu ini menyampaikan sesuatu hal mengenai pengambilan jaringan tersebut dari rumah mertua saya dan menyampaikannya kepada si perantara, yang mana si perantara ini adalah pemilik dinding rumahnya. Ternyata hal tersebut tidak berkenan dihatinya dan si pemilik dinding marah dan memberinya peringatan agar membangun dinding rumah sendiri dengan batas waktu satu bulan. Akibatnya sekarang ibu ini harus mempersiapkan pembangunan pondasi dan dinding yang memang selama ini tidak dia rencanakan.
Memang, kita harus menjaga hubungan baik dengan tetangga kiri kanan, terutama yang paling dekat dengan rumah kita, karena nantinya kepada merekalah kita akan saling merepotkan dan saling membantu. Terlebih lagi dengan ucapan kita, yang mana bisa menjadi senjata yang lebih tajam dari pedang dan bisa melukai diri kita sendiri, seperti kata pepatah, Mulutmu harimaumu.


